Sabtu, 25 September 2010

Cara Menyikat Gigi

Banyak pengunjung DokterSehat menanyakan perihal cara menggosok gigi yang benar. Oleh karena itu kami hari ini juga ingin membahas masalah kesehatan sederhana ini yang sering diremehkan orang. Padahal kesehatan gigi dapat berpengaruh besar pada kehidupan sehari-hari.
Ada sebuah ungkapan kesehatan bahwa kondisi gigi yang baik adalah penting untuk mewujudkan tubuh yang sehat secara keseluruhan; termasuk kondisi fisik secara umum, kemampuan untuk mengunyah dan berbicara, penampilan dan hubungan sosial seseorang dengan yang lainnya.
Untuk mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi, gosok gigi, lanjutkan dengan membersihkan dengan benang gigi serta kunjungi dokter gigi secara teratur. Gosok gigi Anda dengan benar setidaknya 2 menit minimal 2 kali sehari. Dan waktu menggosok gigi yang paling penting untuk tidak dilewatkan adalah pada malam hari sebelum tidur. Akan lebih baik jika Anda dapat menggosok gigi setiap sehabis makan. Bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi sedikitnya sekali sehari.
Cara menggosok gigi yang baik:
1. Sikat gigi dan gusi dengan posisi kepala sikat membentuk sudut 45 derajat di daerah perbatasan antara gigi dengan gusi.
2. Gerakan sikat dengan lembut dan memutar. Sikat bagian luar permukaan setiap gigi atas dan bawah dengan posisi bulu sikat 45 derajat berlawanan dengan garis gusi agar sisa makanan yang mungkin masih menyelip dapat dibersihkan.
3. Gunakan gerakan yang sama untuk menyikat bagian dalam permukaan gigi.
4. Gosok semua bagian permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah. Gunakan hanya ujung bulu sikat gigi untuk membersihkan gigi dengan tekanan ringan sehingga bulu sikat tidak membengkok. Biarkan bulu sikat membersihkan celah-celah gigi. Rubah posisi sikat gigi sesering mungkin.
5. Untuk membersihkan gigi depan bagian dalam, gosok gigi dengan posisi tegak dan gerakkan perlahan ke atas dan bawah melewati garis gusi.
6. Sikat lidah untuk menyingkirkan bakteri dan agar napas lebih segar.
7. Pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut karena yang keras dapat membuat gusi terluka dan menimbulkan abrasi pada gigi, yaitu penipisan struktur gigi terutama di sekitar garis gusi. Abrasi dapat membuat bakteri dan asam menghabiskan gigi karena lapisan keras pelindung enamel gigi telah terkikis.
8. Ganti sikat gigi jika bulu sikat sudah rusak dan simpan di tempat yang kering sehingga dapat mongering setelah dipakai.
9. Jangan pernah meminjamkan sikat gigi Anda kepada orang lain karena sikat gigi mengandung bakteri yang dapat berpindah dari orang yang satu ke yang lain meski sikat sudah dibersihkan.
10. Gunakan sikat gigi elektrik untuk si kecil agar lebih mudah digunakan. Sikat gigi jenis ini sebenarnya dapat membersihkan lebih baik daripada sikat gigi manual, namun sebaiknya konsultasikan terlebih dulu soal penggunaannya dengan dokter gigi Anda.
Jika kurang paham cara menggosok gigi yang baik, minta bantuan dan saran dari dokter gigi Anda. Tak lupa, minta juga saran tentang cara lainnya untuk mencegah kerusakan gigi seperti perawatan gigi dengan fluoride. Perlu diingat cara menyikat gigi yang salah bisa menyebabkan gigi menjadi sensitif. Untuk memperoleh hasil kebersihan gigi dan mulut yang optimal, perlu diperhatikan juga cara menyikat gigi yang benar.


Cara Meredakan Sakit Kepala Tanpa Obat

  Pusing atau sakit kepala termasuk penyakit yang sering dirasakan oleh siapapun. Orang biasanya akan segera mengonsumsi obat-obatan untuk meredakan sakit di kepalanya. Tapi ada beberapa cara yang bisa meringankan sakit kepala tanpa obat.
Cuaca yang tidak menentu, kepanasan, dehidrasi, stres, gugup, demam dan gangguan-gangguan tubuh lain biasanya akan menyebabkan reaksi sakit di bagian kepala.
Obat biasanya menjadi pilihan untuk meredakan sakit kepala. Tapi beberapa obat dapat menyebabkan efek samping, seperti adiksi (ketergantungan) dan alergi.
Tanpa harus mengonsumsi obat, ada beberapa cara yang dapat meredakan sakit kepala, termasuk dengan menggunakan barang-barang yang ada di rumah.
Dilansir dari HealthMad, berikut 7 cara yang bisa meredakan sakit kepala tanpa harus mengonsumsi obat:
1. Tidur
Saat mengalami sakit kepala, tidur adalah solusi yang mudah dan tepat. Tidur dapat membantu meringankan sakit kepala dan menyegarkan tubuh kembali.
2. Minum teh hitam
Antioksidan dalam teh hitam, bisa membantu meringankan sakit kepala karena kepanasan. Jika dibandingkan teh hijau, teh hitam mengandung lebih banyak efek yang bisa meredakan sakit di kepala.
3. Makanan dan air
Sakit kepala juga sering diakibatkan oleh dehidrasi atau tubuh kekurangan cairan. Minum cukup air, dapat meringankan sakit di kepala. Selain minum air, orang yang sakit kepala harus mendapat makanan yang cukup. Hal ini penting untuk membantu menstabilkan fungsi tubuh seperti sedia kala, sehingga dapat meringankan sakit kepala.
4. Mencari udara segar
Udara segar dan sejuk dapat mengurangi ketegangan di kepala, yang pada akhirnya juga dapat meredakan sakit kepala.
5. Gunakan kain lembab
Tempelkan kain lembab di dahi selama beberapa menit kemudian cobalah untuk berbaring. Kain lembab ini akan meredakan ketegangan yang terjadi di kepala. Selain kain, Anda juga bisa menggunakan handuk dingin atau basah.
6. Gunakan air dingin
Selain diminum, air dingin yang ditempelkan di belakang telinga dan pangkal leher juga dapat meringankan ketegangan di kepala.
7. Membuat kantong es
Dengan membuat dan meletakkan kantong es dengan menggunakan plastik atau kantong lainnya di kepala, dapat secara efektif meringankan sakit di kepala

Kamis, 23 September 2010

Atasi Batuk Pada bayi

Imbauan ASI eksklusif jelas tidak main-main. Kalau bayi dilahirkan dengan kondisi sehat, pertumbuhan berat badannya sesuai standar dan ia memperoleh ASI eksklusif selama 6 bulan, boleh dijamin ia akan terbebas dari segala macam penyakit. “Kalaupun sakit, biasanya sangat ringan dan bisa diredakan dengan pemberian ASI saja. Apalagi pada bulan-bulan pertama, bayi masih memiliki antibodi milik ibunya yang diperoleh lewat ari-ari. Jadi sebenarnya ia bisa bebas dari penyakit,” ungkap dr. Waldi Nurhamzah, Sp.A.
Tradisi yang tidak mengizinkan bayi keluar sebelum usia 40 hari ada benarnya karena membuatnya jadi tak terpajan pihak luar. Lewat usia 6 bulan biasanya lingkungan bayi makin meluas. Nah, setelah usia 6 bulan barulah penyakit biasanya mulai menjangkiti si kecil. Mengapa? Pertama, saat usia 6 bulan peran ASI mulai berkurang dengan adanya makanan tambahan semipadat. Kedua, setelah usia 6 bulan, bayi mulai mengenal lingkungan luar selain keluarganya.
Bahkan pada kenyataannya, sebelum usia 6 bulan banyak bayi yang sudah terserang batuk pilek. Penyebabnya, apalagi kalau bukan karena ia tak mendapat ASI eksklusif dengan berbagai alasan. “Akhirnya jumlah antibodi dalam tubuh bayi berkurang dan bayi jadi gampang sakit,” ujar staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta ini.
PENYAKIT RINGAN
Namun sekali lagi, penyakit yang menjangkiti bayi biasanya merupakan penyakit ringan dan penyebabnya adalah virus. “Karena penyebabnya virus, mestinya batuk-pileknya tidak buru-buru diberi antibiotik. Antibiotik tidak dapat membunuh virus,” tukasnya.
Tak perlu juga buru-buru memberinya obat karena obat yang dibilang ringan pun selalu memiliki efek samping. “Jangan lupa, organ tubuh bayi belum matang. Oleh sebab itu, bila penyakitnya tidak berbahaya tak perlu diberi obat,” saran Waldi.
Sebagai langkah awal, cari penyebab batuk si kecil. Pemicu batuk yang paling sering adalah polutan seperti asap atau debu. Walau polutannya hanya sedikit tetap saja bisa menyebabkan bayi batuk. Oleh sebab itu, hindari merokok di dekat bayi atau di dalam rumah.
Air conditioner (AC) atau penyejuk ruangan bisa juga merupakan biang keladi batuk pilek pada bayi, karena ia sebenarnya “didesain” untuk tidak berada dalam ruangan ber-AC. Jadi, bayi sebenarnya lebih senang berada di udara hangat ketimbang dingin. “Yang senang udara dingin, kan, orang tuanya, maka dipasanglah AC,” kata Waldi.
Menurutnya, ruangan ber-AC yang biasanya tertutup sangat memungkinkan virus yang ada di dalamnya tidak bisa dienyahkan. Walaupun katanya ada AC yang sanggup memfiltrasi kuman, tidak dijamin kuman yang menempel di pegangan pintu atau tepi tempat tidur bisa terhapus. Kalau seseorang di dalam ruangan itu sakit, ia akan dengan mudah menulari orang lain yang masuk ke kamar tersebut. “Namun bukan berarti bayi tidak boleh berada di ruangan ber-AC, hanya saja setiap hari jendela dan pintu ruang itu harus dibuka lebar-lebar sebagai jalan pergantian udara, dan tidak lupa membersihkan semua perabot di kamar itu secara teratur.”
BERI BANYAK MINUM
Nah, bagaimana dengan penanganan batuk-pilek si kecil? Untuk memperlancar hidung bayi yang tersumbat tetesi dengan larutan NaCl fisiologis yang bebas dibeli di mana saja dengan harga relatif sangat terjangkau. Larutan tersebut berfungsi mencairkan lendir dan biasanya dijual dengan kemasan 25 ml dan bertuliskan Sodium Chloride 0,9 %. “NaCl fisiologis bukan obat tapi larutan yang sama dengan cairan tubuh, sehingga dapat diteteskan pada hidung bayi sesering mungkin tanpa menimbulkan efek samping.”
Batuk berdahak bisa diatasi dengan memberi bayi minum lebih banyak daripada biasanya. Tujuannya agar dahak menjadi encer dan mudah keluar. “Balsam boleh-boleh saja dibalurkan karena uap yang terhirup dapat memberi wangi yang enak pada bayi. Tapi waspadai zat-zat yang terkandung di dalamnya karena bisa menimbulkan reaksi pada kulit bayi. Sebagai percobaan, oleskan balsam sedikit. Bila tidak ada reaksi seperti merah-merah pada tubuh bayi bisa dioleskan pada dada dan punggungnya.”
Suara grok-grok yang biasanya terdengar saat bayi tidur tak perlu dikhawatirkan. Suara tersebut muncul karena ada lendir yang terkumpul di jalan napas bagian atasnya. Selama bayi dapat tidur nyenyak, asupan makan dan minumnya tak terganggu, serta tumbuh kembangnya setiap bulan tampak baik berarti ia hanya terjangkit penyakit ringan. Dahak pada manusia, kata Waldi, sebenarnya tidak perlu selalu dikeluarkan lewat mulut karena akan dikeluarkan secara alamiah oleh saluran napas. Contohnya, karena bayi belum memiliki kemampuan untuk meludah, dahak yang sudah keluar di rongga belakang mulut (farings) akan tertelan dengan sendirinya masuk ke dalam saluran cerna.
GEJALA RAWAN
Sebagai informasi, penyakit saluran napas seperti batuk pilek biasanya berlangsung selama 3 hingga 10 hari. Bila dalam batas waktu tersebut bayi masih terserang batuk pilek tanpa penyebab yang jelas tentu perlu segera diperiksakan ke dokter. “Kadang-kadang orang tua terlalu khawatir. Saat mendengar bayinya batuk langsung panik. Padahal bayi batuk sekali dua kali, kan boleh-boleh saja karena mungkin tenggorokannya kemasukan sesuatu.”
Lain bila batuk pilek yang dialami sampai menyebabkan si kecil rewel, tidak bisa tidur, dan tidak bisa minum atau makan. “Nah, ini jelas serius sehingga harus dibawa ke rumah sakit, ” ujar Waldi. Gejala penyakit lain yang mengharuskan bayi ditangani serius adalah (1) tidak mau makan-minum (2) napas cepat, dan (3) muntah-muntah. Kalau sampai bayi tidak mau makan dan minum, hal ini menunjukkan penyakit yang serius.
Tak mau makan dan minum bisa dikarenakan napas bayi yang sudah memburu. Patokan frekuensi napas yang sudah masuk kategori berbahaya adalah lebih atau sama dengan 50 kali permenit untuk bayi higga usia 1 tahun. Untuk itulah orang tua mesti menghitung jumlah napas bayi saat ia terlihat tersengal-sengal. “Agar hitungannya tidak salah, lakukan saat bayi dalam keadaan tenang sambil dipangku, misalnya. Bila jumlahnya sampai 50 kali setiap menit atau lebih, segera larikan bayi ke rumah sakit. ”
Muntah-muntah juga merupakan gejala yang perlu dicermati. Walau agak sulit menentukan frekuensi yang sudah dianggap rawan, sebagai patokan bila muntah itu terjadi setiap kali bayi diberi asupan minuman dan makanan, berarti kondisinya cukup serius. Kalau bayi sudah muntah-muntah sekitar 3-4 kali dalam sehari, lebih baik bawa dia ke dokter. Yang dikhawatirkan, akibat muntah-muntah yang dialami, bayi tidak mendapat asupan gizi yang cukup. Muntah sendiri bisa menunjukan gejala penyakit pada saluran napas, saluran cerna, penyakit saraf pusat dan lainnya. Nah, kalau ini yang terjadi, bawalah segera bayi Anda ke dokter yang berkompeten.
IMUNISASI TETAP BERLAKU
Yang perlu diketahui, anggapan bahwa bayi sakit tak boleh diimunisasi sebenarnya kurang tepat. Jika bayi terjangkit penyakit ringan seperti batuk pilek, maka secara teori jadwal imunisasinya tak perlu terganggu. Saran Waldi, kalau sudah tiba jadwal imunisasi, walau sedang flu, sebaiknya bayi tetap dibawa ke dokter. “Biar dokter yang memutuskan melalui pemeriksaan. Bila kondisi bayi baik, dokter akan tetap memberi imunisasi. Sebaliknya bila sakitnya ternyata agak berat, imunisasi akan ditunda.”
Lain halnya dengan bidan yang umumnya akan menunda imunisasi bila orang tua melaporkan kondisi si kecil sedang tak sehat. “Ini wajar karena bidan tidak bisa menentukan ringan tidaknya penyakit yang diderita bayi.”

Sakit Demam

Penanganan Demam yang Rasional


Setiap manusia dalam hidupnya pasti pernah mengalami demam pada tubuhnya dan hal ini telah berlansung sejak zaman dahulu. Demam pada manusia bukan suatu penyakit khusus, namun demam merupakan salah satu gejala alamiah yang timbul pada manusia terhadap pengaruh baik dari luar tubuh manusia maupun dari dalam tubuh manusia. Demam terutama yang terjadi pada bayi atau anak-anak merupakan suatu hal yang sangat menakutkan bagi para ibu muda.
Pada orang dewasa suhu diatas 370C merupakan batas demam, sedangkan pada anak anak 37,50C (memakai thermometer di ketiak). Pengukuran suhu dengan thermometer khusus untuk mulut atau thermometer khusus untuk anus, atau thermometer khusus untuk telinga; disebut normal bila dibawah 380C. Bahkan pendeteksian panas secara masal kini dapat dilaksanakan misalnya pada saat kasus flu burung meningkat dengan scanner khusus deteksi panas.
Suhu tubuh terendah terjadi sekitar jam 6.00 pagi dan tertinggi biasanya terjadi sekitar jam 16.00 hingga 18.00 sore. Setiap tubuh manusia pasti panas, dan baru hilang bila manusia tersebut mati. Setiap sel tubuh manusia memerlukan energi agar dapat memelihara struktur dan fungsinya. Sumber energi manusia didapatkan dari makanan dan minuman yang dikonsumsinya setiap hari dan dipakai untuk kerja eksternal (misalnya waktu menggerakkan tubuh) atau kerja internal (misalnya pembuatan sel darah merah di sumsum tulang). Tidak semua energi yang berasal dari makanan kita pakai sebagai sumber tenaga. Sisa energi yang berupa panas akan dibuang melalui kulit, paru – paru, ginjal dan usus, baik dalam bentuk padat, cair, gas, maupun penguapan.
Dalam suatu kondisi tertentu misalnya cuaca panas terik, atau ketidak seimbangan enzyme/zat kimia dalam tubuh akibat zat racun kuman, akan terjadi peningkatan suhu tubuh, melebihi suhu yang masih dapat ditolerir (380C.) Peningkatan suhu tubuh pada setiap manusia sangat berbeda, tergantung pada daya tahan tubuhnya, walaupun penyakitnya sama(misalnya sama-sama menderita demam berdarah). Namum pada suhu di atas 400C, biasa bagian otak mulai mengalami kelainan yang akan berakibat pada kejang atau menurunnya kesadaran.
Pemicu panas pada manusia :
VirusBakteriJamurParasitObat2anTumorCuacaRacun /Bahan berbahaya Demam Berdarah, Gondongan, Flu dsb.Radang tenggorok, Bisul, Radang tenggorokJamur sistemis misalnya keracunan tempe bongkrekMalariaTurunan Penicillin, Turunan Bleiomycin, Turunan AntalginBerbagai tumor ganasCuaca panas misalnya di padang pasir, di ruang terbuka siang hariRacun tikus, pestisida,


Penatalaksanaan demam:
Prinsip utama adalah menurunkan demam secepat mungkin untuk menghindari timbulnya efek samping demam seperti kejang atau penurunan kesadaran. Upaya yang telah dilaksanakan sejak jaman dahulu untuk menurunkan panas adalah kompres memakai air pada dahi, belakang kepala, kedua ketiak, dan kedua lipat paha. Hingga kini masih terjadi perdebatan antar para ahli apakah memakai air dingin/air es/alkohol 70% atau memakai air hangat.
Pemakaian air dingin/air es/alkohol akan lebih cepat menurunkan panas dengan risiko penderita sering menggigil, dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Pemakaian kompres air hangat lebih dianjurkan karena menurunkan suhu tubuh secara bertahap, dan menyebabkan timbulnya keringat sehingga pada akhirnya menurunkan panas. Namun pada kondisi tertentu misalnya kejang2 pada anak, penulis menganjurkan pemakaian air dingin/alkohol 70% dengan pertimbangan semakin lama kejang semakin banyak kerusakan otak yang terjadi.
Obat-obatan penurun panas diberikan secepatnya untuk membantu menurunkan panas. Terdapat beberapa golongan penurun panas yang dapat dipakai seperti Paracetamol (misalnya Panadol, Bodrex, Paramex, Tempra); Golongan Aspirin ( Misalnya Aspilet, Naspro, Aspro, puyer bintang tujuh dsb); Golongan Ibuprofen (Misalnya Proris. Fenris dsb); Golongan Rofecoxib (akan beredar di Indonesia dalam waktu dekat). Obat-obat penurun panas terdapat dalam bentuk obat tetes, syrup, bubuk dan tablet, sedangkan dosis obat-obatannya telah tertera dalam masing masing kemasan obat. Biasanya pemakaiannya sehari tiga kali, dan bila terpaksa dapat dipakai empat kali. Patuhi dosis yang tertera karena pemakaian berlebihan dapat menyebabkan kerusakan ginjal atau hati si pemakai.
Selain itu tidak dianjurkan memakai pakaian yang tebal karena dapat meningkatkan suhu tubuh dan menyebabkan timbulnya kejang. Bila dalam dua hari panas tidak turun dan tetap tinggi, sebaiknya penderita segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.